Kamis, 25 April 2013

Perbedaan Dokter yang Setia kepada Medis Konvensional dengan Dokter yang “Murtad”


Banyak orang belum mengerti dan belum bisa membedakan mana dokter konvensional dan mana dokter holistik; mana ilmu medis konvensional dan mana yang ilmu holistik. Ketidaktahuan ini menyebabkan beberapa orang “mengernyitkan dahi” ketika saya secara blak-blakkan “mengkoreksi” kesalahan-kesalahan bahkan kejahatan di dunia medis konvensional. Para dokter holistik modern dan sains holitik yang sudah benar jalurnya dikira sebagai bagian dari medis konvensional, padahal bukan. Ketidaktahuan inilah yang secara TIDAK SADAR akan membawa Anda kepada MALAPETAKA bahkan KEMATIAN.
Kok bisa membawa malapetaka bahkan kematian? Baiklah coba Anda simak penjelasan saya berikut ini…
Mungkin Anda bingung dengan judul artikel ini, apa maksud saya dengan dokter yang setia kepada medis konvensional dan apa maksudnya dengan dokter yang murtad?! Yang saya maksudkan dengan “murtad” di sini adalah dokter medis konvensional yang menolak ilmu dan standar utama medis konvensional, kemudian memilih memakai ilmu dan standar holistik dalam praktek pengobatan mereka. Jadi para dokter ini memakai CARA BERBEDA DAN MENYIMPANG DARI STANDAR MEDIS.
Jika Anda perhatikan ada seseorang dengan gelar dokter dan dibelakangnya ada singkatan MD, PhD, atau Prof Dr tapi menentang ilmu medis konvensional dan atau memakai ilmu alternatif, itu berarti mereka adalah dari aliran holistik, bukan medis konvensional (atau disebut juga aliran allopathy). Mereka yang bergelar MD mungkin dulunya adalah seorang medis konvensional murni, tapi kemudian beralih ke holistik setelah melihat “ketidakmampuan” allopathy dalam MENYEMBUHKAN berbagai penyakit.
Contoh para dokter holistik modern berkelas internasional yang dulunya merupakan dokter medis konvensional adalah Dr. Hiromi Shinya; Dr. Joseph Mercola, DO; Etienne de Harven, MD; Peter H. Duesberg, Ph.D; F. Batmanghelidj, MD; Charles Thomas, PhD; Dr. Stefan Lanka; Dr. Leonard Horowitz; Dr. Alan Cantwell, MD; Dr. Mohammed Al-Bayati,  Ph.D., D.A.B.T., D.A.B.V.T.; Gary Null, Ph.D; dan masih banyak lagi lainnya.
.
Perbedaan Ilmu Pengobatan Holistik dengan Ilmu Medis Konvensional
Istilah holistik bukan diambil dari kata holy (suci), yang terkesan bahwa penyembuhan holistik adalah penyembuhan supranatural. Bukan…, holistik diambil dari kata whole (menyeluruh) atau dari pandangan holisme (dari bahasa Yunani ὅλος holos, yang artinya semua, keseluruhan, total). Holistik  adalah suatu pandangan bahwa semuanya di sistem alam semesta ini (sistem fisik, biologis, kimia, sosial, ekonomi, mental, bahasa, dll) tidak bisa ditentukan atau dijelaskan secara bagian-bagian terpisah saja, tapi dijelaskan secara keseluruhan. [1]
Jadi ilmu pengobatan holistik adalah suatu pengobatan yang memandang kesehatan maupun pengobatan secara keseluruhan dari aspek hidup manusia serta keseluruhan sistem alam semesta.
Sedangkan ilmu medis konvensional adalah pengobatan yang memandang  tubuh manusia secara terpisah-pisah, lebih condong memperhatikan gejala daripada “akar penyakit”serta mengobati secara fisiologis, tidak secara keseluruhan.
ilmu medis konvensional juga disebut sebagai pengobatan allopathic atau allopathy (berasal dari Bahasa Yunani ἄλλος, állos, lain, berbeda, + πάϑος, páthos, menderita). Istilah ini diungkapkan pertama kali oleh Samuel Hahnemann, pendiri pengobatan homeopathy (salah satu disiplin ilmu holistik modern). Allopathy ditujukan pada pengobatan standar di awal abad 19 sampai sekarang, atau biasa disebut sebagai pengobatan medis konvensional, pengobatan Barat (Western medicine), biomedicine, scientific medicine, atau pengobatan modern. [2]
.
Disiplin ilmu holistik terbagi menjadi dua, yaitu:
1.       Holistik Tradisional
Suatu teknik penyembuhan yang memanfaatkan alam dengan prinsip holisme, berawal sejak ribuan tahun lalu. Biasa disebut sebagai penyembuhan/pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional. Yang termasuk holistik tradisional adalah akupuntur, akupresur, herbal, ayurveda, uropathy, pranic healing, apitherapy, dan lain-lain. Gelar para praktisinya bermacam-macam. Ada yang disebut sebagai tabib, sin-se, dukun, dan lain-lain.
Tapi di jaman sebelum adanya aliran allopathy (medis konvensional), gelar dokter adalah milik dari para praktisi holistik tradisional ini. Gelar dokter itupun akhirnya diambil alih oleh praktisi allopathy karena kelihaian “marketing” yang mereka miliki dan menggeser paradigma masyarakat untuk lebih mempercayai allopathy dibandingkan holistik tradisional. Sebagai penggantinya, sebutan alternatif justru diberikan kepada pengobatan/penyembuhan holistik “awal” atau asli dari Tuhan ini. [4]
.
2.       Holistik Modern
Suatu teknik penyembuhan yang menggabungkan penyembuhan tradisional/kuno dengan teknologi dan sains modern yang memanfaatkan alam dengan prinsip holisme. Holistic modern berawal sekitar 200 tahun yang lalu dengan adanya homeopathy.
Yang termasuk holistik modern adalah homeopathy, osteopathy, ananopathy, psikologi hipnotis, naturopathy modern, dan sebagainya. Gelar para praktisinya bermacam-macam sesuai dengan aliran/disiplin ilmunya. Untuk homeopathy, praktisinya disebut sebagai homeopath. Osteopathy, praktisinya disebut sebagai osteopath atau DO (Doctor of Osteopathy) di belakang nama. Naturopathy, praktisinya disebut sebagai naturopathy atau DN (Doctor of Naturopathy) di belakang nama. Saya pribadi dari aliran/disiplin ilmu ananopathy, praktisinya disebut sebagai ananopath (syukur bukan psikopat) atau Dt (Danton) di awal nama. [4]
.
Pendapat Dokter “Murtad” Mengenai Medis Konvensional
Para dokter medis yang “murtad” berpendapat bahwa kelemahan dari sistem ilmu medis konvensional (sistem kedokteran Barat) yang fatal adalah ilmu ini terbagi-bagi dalam berbagai spesialisasi. Spesialisasi ini yang membuatnya jadi kehilangan perhatian pada satu fakta bahwa tubuh dan pikiran adalah 2 hal yang berfungsi secara bersama-sama dalam satu sistem yang menyatu.
Karena itu seorang ahli dokter kandungan mendekati masalah secara berbeda dengan ahli penyakit dalam atau dokter ahli bedah tulang atau dokter ahli jiwa. Inilah prinsip holistik yang dianut oleh para dokter murtad tersebut, sehingga mereka tidak lagi memakai standarisasi medis konvensional yang terspesialisasi, lebih condong memperhatikan gejala saja dan lebih bersifat merawat ketimbang menyembuhkan.
batmanghelidj_MDF. Batmanghelidj, MD, (salah seorang dokter “murtad”) mengemukakan, praktik kedokteran klinis yang masih berlaku sekarang ini didasarkan pada penerapan kimiawi farmakologis pada tubuh manusia. Di sekolah-sekolah kedokteran, lebih dari enam ratus tujuh jam dialokasikan pada penggunaan produk-produk farmasi. Hanya beberapa jam saja yang dialokasikan pada petunjuk diet dan makanan. Sepertinya, pada sebagain besar kondisi penyakit, para pendidik kedokteran berusaha memaksakan pengertian laboratoris kimia ke dalam tubuh manusia [3].
Lebih lanjut Batmanghelidj berkata:
“Masalahnya, produk-produk farmasi atau kimia tidak menyembuhkan sebagian besar penyakit. Lagipula, produk-produk ini (obat-obatan kimia) belum tentu aman untuk penggunaan jangka panjang. Produk tersebut hanya menutup dan membuat diam wujud lahir penyakit untuk sementara waktu.
Terlepas dari seberapa ilmiah, canggih, dan menariknya, tampaknya pembenaran penggunaan produk kimia ini sering kali tidak menghilangkan gejala medis, kecuali penggunaan antibiotika untuk infeksi. Orang-orang bertekanan darah tinggi, yang memulai perawatan dengan diuretika atau bahan kimia lainnya, bukanlah disembuhkan. Mereka divonis harus melakukan perawatan selama hidup. Bahkan, mereka sering kali harus menambah diuretika dan jenis obat lain pada saat yang sama.
Orang-orang yang menderita rematoid artritis tidak disembuhkan secara permanen oleh semua analgesik yang ada di pasaran. Mereka harus menggunakan obat analgesik seumur hidup mereka yang penuh dengan rasa nyeri.
Tidak ada penderita diabetes yang disem buhkan; tidak ada penderita miastenia gravis yang disembuh kan; tidak ada penderita distrofi muskuler yang disembuhkan. Meskipun ada penelitian yang luas, bagaimana mungkin tidak ditemukan penyembuhan bagi setiap kondisi yang banyak terjadi, misalnya “panas perut”, dispepsia, nyeri punggung, rema toid artritis, migrain, atau asma?” [3]
hiromi_shinyaDr. Hiromi Shinya, salah seorang dokter holistik modern yang terkenal dikalangan para gastroenterologist dan ahli bedah seluruh dunia, mengemukakan keluhannya:
“Saya sangat terpukul. Saya seorang dokter, tetapi tidak dapat menyembuhkan istri saya yang muda dan cantik ataupun menghilangkan penderitaan putra dan putri saya. Di sekolah kedokteran, saya tidak pernah mempelajari apa pun yang dapat memberi tahu saya apa yang menyebabkan mereka sakit. Saya berkonsultasi dengan dokter-dokter lain, dokter-dokter terbaik yang saya kenal, tetapi tak ada yang dapat membantu saya. Menjadi seorang ahli bedah yang ahli maupun memberi obat untuk gejala-gejala penyakit tidaklah cukup. Saya ingin tahu apa yang menyebabkan penyakit.”
Dr. Shinya, menjabat sebagai Profesor Klinis Pembedahan di Albert Einstein College of Medicine, New York City dan sebagai Kepala Unit Endoskopi Bedah di Beth Israel Medical Centre. Sebagai seorang dokter dengan prestasi yang gemilang di komunitas medis, ia melihat banyak kesalahan-kesalahan dalam standarisasi ilmu pengobatan medis konvensional dan kemudian setelah ia mengadakan banyak pengamatan dan beribu uji klinis pada pasien-pasiennya, ia pun beralih ke metode holistik karena telah mendapati kebenaran dibalik pengobatan holistik.
.
Pernyataan Para Dokter Murtad Mengenai Obat-Obatan Kimia
Pernyataan-pernyataan berikut ini perlu kita pertimbangkan, karena mereka adalah para dokter yang SANGAT TAHU APA ITU OBAT-OBATAN KIMIA:
“Penyebab kebanyakan penyakit adalah pada obatan-obatan kimia beracun yang para dokter berikan dan yakini akan membawa kesembuhan.”
- Charles E. Page, M.D.
“Obat-obatan kimia bisa dikatakan tidak begitu penting karena sifatnya hanya menekan gejala penyakit.”
- Hans Kusche, M.D.
“Jika semua obat-obatan kimia diseluruh dunia dibuang ke laut, ini akan berakibat buruk bagi ikan-ikan tapi baik bagi manusia.”
- O.W. Holmes, (Prof. of Med. Harvard University)
“Pengobatan obat-obatan kimia meliputi tindakan pemberdayaan, bertindak seperti pengobatan bagi penyakit, tapi justru menghasilkan penyakit pada orang sehat. Materia medica sebenarnya hanya sekedar mengenai obat-obatan atau bahan dan larutan kimia yang dalam satu kata disebut dengan racun. Semua ini tidak cocok dengan tubuh vital dan menghasilkan penyakit ketika diberikan kepada makhluk hidup. Semuanya beracun.”
- R.T. TraIl, M.D., dalam ceramah dua setengah jamnya kepada para anggota kongres dan para dokter, dikemukakan di the Smithsonian Institute, Washington D.C.
“Tiap obat meningkatkan dan membuat komplikasi kondisi pasien.”
- Robert Henderson, M.D.
“Obat-obatan tidak pernah menyembuhkan penyakit. Mereka hanya menekan tanda bahaya alami tubuh ketika muncul masalah kesehatan. Racun kimia apapun yang dimasukkan dalam tubuh manusia harus segera dibereskan walaupun ia mengurangi gejala. Rasa sakit mungkin hilang, tapi tanpa disadari pasien malah makin parah kondisinya.”
- Daniel. H. Kress, M.D.
“Bagian terbesar dari semua penyakit kronis disebabkan dari obat-obatan kimia beracun yang menekan gejala-gejala penyakit akut.”
- Henry Lindlahr, M.D.
“Tiap dokter senior tahu bahwa kebanyakan penyakit tidak begitu terbantu dengan obat-obatan kimia.”
- Richard C. Cabot, M.D. (Mass. Gen. Hospital)
“Obat-obatan kimia hanyalah pereda, karena dibalik penyakit ada penyebabnya. Dan untuk penyebab inilah obat-obatan kimia tak pernah bisa menjangkaunya.”
- Wier Mitchel, M.D.
“Orang yang minum obat perlu pulih dua kali. Sekali untuk pulih dari penyakit dan satu lagi dari obat kimia itu sendiri.”
- William Osler, M.D.
“Praktek medis tidak memiliki filosofi atau akal sehat yang patut untuk direkomendasikan. Ketika sakit, tubuh sudah penuh dengan racun. Dengan minum obat-obatan kimia, tubuh makin penuh dengan racun, sehingga membuat kondisi makin susah untuk disembuhkan.”
- Elmer Lee, M.D., Past Vice President, Academy of Medicine.
“Perhitungan kami menunjukkan kira-kira empat setengah juta orang per tahun masuk rumah sakit diakibatkan karena efek samping obat. Lebih jauh lagi, rata-rata pasien rumah sakit memiliki sebanyak 30% kemungkinan, – tergantung berapa lama ia dirawat inap – , akan kembali lagi karena efek samping obat.”
- Milton Silverman, M.D. (Professor of Pharmacology, University of California)
“Untuk apa seorang pasien yang karena sakit kemudian menelan racun, atau menelan sesuatu yang bisa membuat orang sehat jadi tambah sakit.”
- L.F. Kebler, M.D.
“Perlunya mengajarkan umat manusia untuk tidak mengambil obat-obatan kimia merupakan tugas semua pihak yang tahu efek tidak menentu dan merusak dari pengobatan medis. Dan tidaklah lama lagi masa dimana sistem pengobatan medis akan ditinggalkan.”
- Charles Armbruster, M. D.
“Kita cenderung berpikir bahwa penyalahgunaan obat selalu di populasi pria dan dalam bentuk narkoba seperti heroin, kokain, dan mariyuana. Akan mengejutkan Anda jika tahu bahwa sebenarnya telah ada masalah yang jauh lebih besar lagi dibandingkan dugaan Anda karena telah ada jutaan wanita yang BERGANTUNG dengan obat-obatan kimia yang diresepkan oleh dokter.”
- Robert Mendelsohn, M.D
Semoga dari penjelasan-penjelasan di atas, Anda bisa memilih pengobatan yang tepat bagi Anda dan keluarga yang Anda cintai. Sebagai penutup, saya kutip perkataan Thomas Alva Edison sebagai berikut: “Dokter masa depan tidak lagi memberi obat, namun akan menempatkan kepentingan pasiennya dalam rangka bimbingan kemanusiaan, bimbingan pengaturan pola makan, dan mengenai penyebab serta pencegahan penyakit.”
.
Referensi:
[3] Buku “Air untuk Menjaga Kesehatan & Menyembuhkan Penyakit”, hal 13-14, karya F. Batmanghelidj, MD. Ia adalah seorang dokter “murtad” yang ahli dalam terapi air.
Sumber : Healindonesia.com

Selasa, 09 April 2013

SEJARAH SENAPAN AK 47 dan Mikhail T. Kalashnikov

Written By Rison Sarundaek 


 Mikhail Timofeevich Kalashnikov (bahasa Rusia: Михаи́л Тимофе́евич Кала́шников, Mihail Timofeevič Kalašnikov) (lahir di Kuriya, Altai Krai, USSR, 10 November 1919; umur 91 tahun) adalah perancang senjata Rusia yang ternama. Ia anak bungsu dari 17 bersaudara. Sejak kecil, keinginan besarnya untuk belajar sudah mulai tampak. Demikian pula kreativitasnya. Ia juga terhitung anak yang senang membuat sesuatu dengan tangannya sendiri.

Mikhail T. Kalashnikov  Tahun 2009

Walaupun terhitung pandai, Kalashnikov tidak sempat menyelesaikan sekolahnya sampai ayahnya wafat. Ia terpaksa meninggalkan bangku Sekolah Menengah Atas di tengah jalan karena ibunya tidak mampu membiayai sekolahnya. Keadaanpun memaksa dia ikut bekerja di sebuah bengkel kereta api Turkestan-Siberia. Di sinilah dia mempelajari teknik mekanik lalu menjadi sekertaris teknisi.

Berkarier dalam dinas militer Soviet
Pada tahun 1938 dia masuk wajib militer Tentara Merah dan menjadi komandan tank pada awal Perang Patriotik Besar dan bertugas di komando daerah khusus di Kiev Ukraina. Sejak itu ia menekuni bidang-bidang permesinan dan terus mendalami mekanisme persenjataan di antaranya adalah ahli mekanik tank. Pendidikan inilah yang menjadi modal dasarnya menciptakan beragam perlengkapan perang. Ia merancang indikator inersi untuk mencatat jumlah tembakan dari meriam tank. Lalu ia juga membuat perangkat untuk melihat efektivitas tembakan dari jendela tank. Begitu pula indikator untuk melihat kinerja mesin tank.

Kreativitas Kalashnikov dan perangkat buatannya ternyata menarik perhatian panglima komando daerah yang dijabat Jendral Georgy Zhukov. Zhukov lalu memberi hadiah sebuah jam tangan dan mengirim Kalashnikov ke Leningrad-kini St. Petersburg. Di sana Kalashnikov diberi kesempatan untuk mengembangkan perangkat buatannya untuk diproduksi secara massal. Selain itu juga diangkat sebagai penasihat teknik untuk bidang militer, terutama untuk produk meter bahan bakar dan roda rantai kendaraan tempur.

Pada musim gugur 1941, ketika pertempuran melawan Jerman, ia diangkat menjadi komandan pasukan tank pada "Marshal Katukov's First Tank Army" yang menggunakan tank T-34, dengan pangkat sersan senior.

Pada bulan Oktober 1941, Kalashnikov terluka parah pada pertempuran di Bryansk, kota yang berjarak sekitar 379 km di barat daya kota Moskow, dan dikirim pulang dari garis depan serta dirawat dirumah sakit. Di sini ia banyak berbincang-bincang dengan sesama pasien tentara yang dirawat tentang persenjataan, di antaranya tentang keluhan perihal kurangnya senapan mesin (otomatis) pada pasukan Soviet dibandingkan dengan milik pasukan Jerman.

Atas diskusi dan keluhan dari rekan-rekan sejawatnya, Kalashnikov mulai memikirkan rancangan senapannya di rumah sakit bagi Tentara Merah. Ia mulai banyak membaca di perpustakaan rumah sakit tentang teknik senapan. Pegawai rumah sakit yang bernama Marusya meminjamkan buku dasar-dasar persenjataan yang ditulis V.G. Federov yang berjudul "Evoluyutsia Strelkovogo Oruzhiya" yang diterbitkan pada tahun 1939.

Kalashnikov kemudian bergabung dengan lokakarya Institut Penerbangan Moskwa. Ketika bekerja di situ, Kalashnikov merancang beberapa inovasi untuk tank, antara lain sebuah alat penghitung jumlah tembakan. Setelah beberapa tahun, ia diangkat menjadi kepala insinyur, dan diberikan lebih banyak sumber daya.

Merancang Senapan AK-47

Pada tahun 1942, tentara Merah mendirikan proyek untuk menciptakan senapan mesin yang ringan dan mudah dioperasikan. Dalam proyek ini terdapat tenaga perancang ternama yakni G.S. Shpagin, V.A. Degtyarev dan Kalashnikov serta Aleksei Ivanovich Sudayev. Namun pada pertandingan perancangan senapan mesin/senapan otomatis ini ternyata dimenangkan Aleksei Ivanovich Sudayev dengan model PPS-43.



Spoiler for PPS-43 popor dibuka. PPS (dalam bahasa Rusia : ППС - Пистолет-пулемёт Судаева atau Pistolet-pulemjot Sudaeva, dalam bahasa Ingris dikenal dengan nama Sudaev's submachine-gun):
Meski kalah, tetapi rancangan Kalashnikov diperhatikan oleh Jendral Anatoly Arkadaevich Blagonravov, pemegang kunci dalam program persenjataan Uni Soviet dan komisaris pada "Artilleriskoi Akademi RKKA im Dzerzhinskogo".
Pada tahun 1947, dia merancang AK-47. Dan berkat keuletannya pada tahun 1948, Kolodel Teknik Vladimir Sergeyevich, memberi selamat kepada Kalashnikov karena rancangannya berupa "Avtomat Kalashnikova" diterima menjadi senapan standar, dan pada tahun 1949, senapan serbu AK-47 (Avtomat Kalashnikova Obrazetsa) berkaliber 7,62 mm ini mulai secara luas dipakai oleh Tentara Merah. Senjata ini diproduksi secara massal antara 1948-1951, model berikutnya antara 1952-1954, lalu diterbitkan lagi model ketiga yang tetap dinamai AK-47 dan pada tahun 1959 diperkenalkan model AKM.

Senapan ini begitu populer di dunia karena mudah dioperasikan di berbagai medan tempur. Bahkan popularitas senapan rancangannya menjadi simbol-simbol perjuangan kaum antikemapanan, gerilyawan hingga bendera nasional seperti halnya bendera negara Mozambik, bendera Hizbullah, hingga korps Garda Revolusioner Islam Iran, meski Iran lebih banyak mengadopsi senapan buatan barat seperti Gewehr G-3.

Kalashnikov sendiri mengatakan ketika membandingkan senapannya dengan senapan M-16 dengan menyebutkan bahwa senapannya memang lebih berat dibandingkan M-16 namun M-16 dianggapnya terlalu rumit sehingga sering merepotkan ketika macet digunakan, terutama M-16 versi awal (M-16A1). Karena begitu populernya sehingga ada ungkapan bahwa senapan ini sangat akrab dari kalangan kawanan bandit hingga anggota pasukan elit negara. Bahkan dikalangan pemuda pada suku-suku di Afrika, ada sebuah lagu yang sangat populer dinyanyikan pemuda dengan bahasa setempat yang bisa diartikan seperti ini, "Tanpa uang, anda bukanlah apa-apa, tanpa sebuah Kalash...." (yang dimaksud adalah senapan Kalashnikov).

Penghargaan atas jasa-jasanya

Berkat jasa-jasanya tersebut, Kalashnikov dianugerahi pangkat kehormatan Mayor Jenderal pada tahun 1949 yang kemudian dinaikkan menjadi Letnan Jenderal lima tahun kemudian. Bintang penghargaan sebagai pahlawan Uni Soviet juga diperoleh juga gelar doktor kehormatan dibidang teknik.

Kalashnikov menghabiskan masa tuanya di flat sederhana di kota Izhevsk di barat Pegunungan Ural yang juga dikenal sebagai industri kendaraan bermotor. Di kota inilah dia masih mengabdikan dirinya berkarya di pabrik senjata Izmash, yang dibangun pada 1807.

Ketika ditanya oleh wartawan mengenai senapan rancangannya yang menjadi mesin pembunuh terkenal di dalam konflik diberbagai belahan dunia sejak tahun 1947, dia berkata :

"Aku tetap bisa tidur nyenyak. Aku merancang senapan ini untuk membela diri, bukan untuk membunuh. Kalau banyak yang terbunuh dengan senapan ini, itu kesalahan para politisi yang tak mampu mencapai kesepakatan damai dan lebih memilih jalan kekerasan untuk memecahkan masalah mereka".

Selanjutnya dia berkata :
"Pada saat merancang, jelas sekali aku membuatnya dalam suasana Perang Dunia II, ketika kita harus menghadapi musuh yang paling kuat, yakni fasis Jerman. Aku merancang senapan ini, hingga kita bisa mempertahankan batas-batas negara kita. Kalau pada waktu itu tidak adanya perang, mungkin sekali aku menjadi perancang mesin pertanian"

Namun dibalik kesuksesan rancangannya itu, senapan Kalashnikov mudah ditiru, baik dari negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, negara-negara bekas Pakta Warsawa yang pada saat itu memang diberikan rancangan senapan Kalashnikov oleh Uni Soviet untuk memenuhi kebutuhan persenjataan Pakta Warsawa, maupun Kalashnikov ilegal yang dibuat bahkan oleh industri sekelas "home industry" di daerah daerah konflik seperti di kawasan perbatasan Afganistan-Pakistan meski mutunya di bawah kualitas senapan Kalashnikov yang asli, seperti lebih berat dari berat aslinya.

Hal ini juga disesalkan oleh penciptanya, Kalashnikov yang lebih menyesalkan masalah penggandaan senapan tiruan itu untuk digunakan para kriminal dan pemberontak gerilyawan di berbagai negeri. Namun dia tidak menyesalkan telah menyerahkan hak ciptanya ke negara.

PERKEMBANGAN AK 47
AK-47 (singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947, Rusia: Автомат Калашникова образца 1947 года) adalah senapan serbu yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh, dan digunakan oleh banyak negara Blok Timur semasa Perang Dingin. Senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947.

Jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, AK-47 mempunyai ukuran lebih kecil, dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai peluru dengan kaliber 7,62 x 39 mm yang lebih kecil, dan memiliki pilihan tembakan (selective-fire). AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi.

Sejarah

Latar belakang desain

Pada Perang Dunia II, Jerman menciptakan konsep senapan serbu. Konsep ini didasari pengalaman bahwa pertempuran modern lebih banyak terjadi pada jarak yang cukup dekat, yaitu sekitar 100 meter. Tenaga dan jangkauan peluru pada saat itu ternyata terlalu besar. Maka, Jerman mulai mengembangkan peluru dan senapan yang mempunyai sifat submachine gun (isi magazen banyak dan bisa menembak full-otomatis) dengan peluru yang jangkauannya bisa sampai 300 meter. Dengan mempertimbangkan biaya produksi, ini dicapai dengan memendekkan peluru 7,92 x 57 mm Mauser menjadi ukuran 33 mm yaitu 7,92 x 33 mm Kurz (Kurz berarti pendek).

Hasil akhirnya, Sturmgewehr 44 (StG44), memang bukan senapan pertama yang menggunakan konsep ini; sebelumnya Italia dan Uni Soviet pernah merancang konsep yang serupa. Tetapi, Jerman adalah yang pertama untuk memproduksi masal senapan mereka. Jerman banyak menggunakan senapan baru mereka untuk menghadapi Soviet di Front Timur. Pengalaman Uni Soviet melawan Jerman inilah yang memengaruhi doktrin Soviet pada tahun-tahun berikutnya.

Berdasarkan doktrin Soviet, Mikhail Kalashnikov mulai memikirkan desain senapannya sejak di rumah sakit, setelah terluka pada pertempuran di Bryansk. Ia mendapat informasi bahwa sebuah senjata baru sedang dicari, untuk dipakai dengan peluru 7,62 x 41 mm yang dibuat oleh Elisarov dan Semin pada 1943. Tapi kali itu, desain Kalashnikov kalah melawan desain Sudayev, yaitu PPS43. Kalashnikov mengubah desain pertamanya setelah ia mempelajari StG44 Jerman pada tahun 1946. Karena rancangannya cukup mengesankan, Kalashnikov lalu dipilih untuk memimpin sebuah tim desain.


Konsep desain

Meskipun mirip, Mikhail Kalashnikov menyangkal bahwa desainnya dibuat berdasarkan StG44 Jerman.

Berbagai varian Maschinenpistole 43, Maschinenpistole 44 atau Sturmgewehr 44 (MP43, MP44 dan StG44):


Sniper dalam suatu latihan dengan menggunakan StG44 yang telah dilengkapi dengan teropong:




AK-47 lebih tepat dikatakan sebagai campuran dari inovasi-inovasi pada tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, mekanik AK-47 lebih mirip M1 Garand daripada senapan-senapan Jerman. Locking lugs ganda, unlocking raceway, dan mekanisme pelatuk telihat mirip desain Amerika tersebut.Ini adalah hal yang wajar, mengingat bahwa jutaan M1 Garand telah sukses dipakai di segala penjuru dunia.

Walau secara mekanis mirip dengan M1 Garand, konsep peluru, tata letak komponen, sistem gas, dan metode perakitan AK-47 jelas mirip dengan StG44.

Jeniusnya AK-47 adalah, bahwa desainnya paling tepat untuk produksi masal. Jadi AK-47 berhasil menggabungkan keunggulan M1 Garand dengan StG44, dan bisa diproduksi dengan cepat oleh Uni Soviet pada saat itu.

Perkembangan receiver

Pada awalnya produksi receiver (bagian badan senapan yang berisi mekanisme penembakan) menemui banyak masalah. Model produksi pertama menggunakan receiver yang terbuat dari stamping (cetak besi) lembaran logam. Masalah yang ditemui adalah sulitnya mengelas railing pemandu dan ejektor, yang akhirnya menyebabkan banyaknya penolakan.

Tapi masalah ini tidak menghentikan produksi, sebagai penyelesaiannya, receiver stamping logam digantikan dengan receiver machined (dibentuk dengan alat/mesin khusus). Proses ini memang lebih mahal, tapi untungnya alat-alat dan pekerja yang dibutuhkan sudah tersedia, sebelumnya dipakai untuk produksi Mosin-Nagant. Karena masalah-masalah tadi, Uni Soviet baru bisa mendistribusikan senapan-senapan ini secara luas pada tahun 1956. Pada saat yang bersamaan, produksi senapan pendahulu AK-47, SKS, tetap berlanjut.

Setelah masalah produksi berhasil diselesaikan, pada tahun 1959 sebuah rancangan baru dirumuskan dan diberi nama AKM (M untuk modernisasi—dalam bahasa Rusia: Автомат Калашникова Модернизированный). Model baru ini menggunakan receiver stamping logam dan dilengkapi sebuah muzzle break di ujung laras, untuk mengurangi tendangan. Selain itu ditambahkan juga penahan hammer (palu pemukul peluru) agar senapan bisa menembak dengan baik pada pilihan tembakan full-otomatis.

Model baru ini lebih ringan dari model awal, sekitar dua-pertiga berat awal. Mayoritas produksi senapan Kalashnikov di luar Rusia, dengan lisensi maupun tanpa lisensi, menggunakan model AKM ini, karena mudahnya pembuatan receiver stamping. Model inilah yang paling banyak ditemui dan diproduksi di seluruh dunia. Tetapi, hampir semua senapan buatan Kalashnikov biasa disebut AK-47, ini adalah keliru, sebab AK-47 hanya adalah senapan-senapan yang menggunakan tiga model receiver paling awal.

Tipe 1A/B
Receiver stamping AK-47 pertama. -1B dimodifikasi untuk popor lipat. Yaitu sebuah lubang tersedia pada kedua sisi, untuk dipasang popor lipat ke bawah. (penamaan B ini tetap sama untuk selanjutnya)
Tipe 2A/B
Menggunakan besi machined.
Tipe 3A/B
Versi "final" receiver machined, terbuat dari baja. Receiver AK-47 yang paling banyak ditemui.
Tipe 4A/B
Receiver stamping AKM. Desain yang paling banyak dipakai pada pembuatan senapan AK.


AK-47 Tipe 2, varian pertama yang memakai receiver tipe machined:



AK-47 Tipe 3A (atas), dengan pendahulunya, senapan SKS:


KbK AK/PMK buatan Polandia. Receiver Tipe 3A:


Kbk AK/PNG60 buatan Polandia. Dengan pelontar granat dan magazen khusus untuk menembakan granat. Receiver Tipe 3A:


Kbk AKS/PKMS buatan Polandia. Receiver Tipe 3B:

AKM buatan Romania, AIM. Receiver Tipe 4A:


AKMS dengan receiver Tipe 4B (atas), dan AK-47 dengan Tipe 2A:

Fitur
AK-47 adalah senapan yang sederhana, tidak mahal untuk diproduksi, dan mudah dibersihkan dan dirawat. Ketahanan dan kehandalannya terkenal legendaris. Piston gasnya yang besar, keleluasaan jarak pada bagian-bagian mekaniknya, dan desain pelurunya, membuat AK-47 bisa tetap menembak dengan lancar walaupun komponen dalamnya terisi kotoran atau benda asing. Tapi kehandalan ini sedikit mengorbankan akurasi, karena toleransi yang besar pada bagian mekaniknya tidak menjamin ketepatan dan kekonsistenan yang terdapat pada senapan-senapan yang lebih akurat.

Bidikan belakang AK-47 bisa diatur, dengan setingan jarak yang selisihnya masing-masing 100 meter. Bidikan depan juga bisa diatur setingan elevasinya di lapangan. Dan setingan horizontal diatur di gudang senjata sebelum diberikan ke pemakai. Setingan bidikan standar diatur untuk menempatkan peluru beberapa sentimeter di atas atau di bawah titik yang dibidik, pada jarak 250 meter. Setingan "point-blank" seperti ini dipakai agar penembak tidak perlu mengubah setingan alat bidik pada jarak dekat. Setingan seperti ini sama dengan yang digunakan untuk Mosin-Nagant dan SKS, agar memudahkan masa peralihan dan pelatihan.

Lorong laras dan kamar peluru, serta piston gas dan interior silinder gas AK-47 biasa dilapisi dengan krom. Ini sangat membantu memperpanjang umur alat-alat tersebut, karena mencegah korosi dan karat. Dan ini sangat penting, mengingat amunisi pada abad ke-20 sering berisi unsur merkuri yang korosif, yang mengharuskan pembersihan secara rutin untuk mencegah kerusakan. Pelapisan krom pada bagian-bagian penting senapan sekarang sudah lazim pada senjata-senjata modern.

Pengaruh terhadap kebudayaan

Pada masa Perang Dingin, Uni Soviet, Tiongkok, dan Amerika Serikat memberikan peralatan dan teknologi kepada negara-negara sekutu mereka, beserta pasukan-pasukan pemberontak yang mereka dukung.

Pada masa itu terjadi penyebaran besar-besaran AK-47 oleh Uni Soviet dan Tiongkok kepada negara-negara dan grup-grup pro-komunis, misalnya Sandinista Nikaragua dan Viet Cong. Desain AK-47 disebarkan ke 55 angkatan bersenjata dunia. Penyebaran AK-47 ini tidak hanya terlihat dari jumlahnya saja, AK-47 ada di dalam bendera dan lambang Mozambik.

Bendera Mozambik dengan gambar senjata AK-47:



Selain itu juga terdapat pada lambang Burkina Faso, dan bendera Hizbullah.

Bendera Hizbullah dengan gambar senjata AK-47:

"Kalash", kependekan dari "Kalashnikov", dipakai sebagai nama anak laki-laki di beberapa negara di Afrika.
Di Amerika, pembuat film sering mempersenjatai penjahat dan teroris dengan AK-47. Banyak pula permainan komputer, permainan video, dan lagu-lagu rap yang menampilkan AK-47. Pembuat mainan dan industri airsoft juga memproduksi jutaan replika AK-47.

MUSEUM AK 47

AK-47, senapan serbu terkenal, memiliki sebuah museum kehormatan - Museum Kalashnikov juga disebut AK-47 museum.Museum ini dibuka pada tanggal 4 November 2004, di Izhevsk, sebuah kota di Pegunungan Ural di Rusia.Museum kronik biografi Umum Kalashnikov - pencipta senapan - serta dokumen-dokumen penemuan-AK 47. Museum ini menarik sekitar 10.000 pengunjung setiap bulan.
Spoiler for MUSEUM AK 47:




Kalashnikov Museum berfungsi sebagai monumen Rusia untuk mengenang sejarah senjata infanteri terkenal di dunia. menyajikan senjata dan sejarah mereka dengan bangga dan menghidupkan kembali rasa percaya diri nasional.

Pameran, mulai dari menampilkan statis senjata untuk presentasi video layar plasma yang menunjukkan menggunakan senjata 'dalam beberapa dekade terakhir,
Banyak dari museum yang menceritakan tentang sejarah kehidupan Jenderal Mikhail T.Kalashnikov, perancang senjata rahasia dalam uji coba pada tahun 1947, dan yang masih hidup di beberapa blok jauhnya.

Nadezhda Vechtomova, direktur museum dinyatakan dalam sebuah wawancara bahwa tujuan dari museum ini adalah untuk menghormati penemu kecerdikan dan kerja keras karyawan dan untuk "memisahkan senjata sebagai senjata pembunuhan dari orang-orang yang memproduksi dan menceritakan sejarah di negara kita.
Senapan mesin Bizon-2 (dengan sekrup untuk 66 putaran 9-mm PM) dan "Knight CH" (di bawah kaliber NATO - 9 mm Parabellum):


GSH -6-23 Senjata untuk pesawat dan beratnya hanya 76 kg serta menghasilkan 12.000 putaran per menit:

Senapan sniper yang otomatis mengisi sendiri Dragunov dengan SIDS popor lipat:

AK -108 dan Automatic Nikonov AN-94. Di rak bawah - senapan sniper baru SV-98:

http://makassaronline.blogspot.com/2012/01/sejarah-senapan-ak-47-dan-mikhail-t.html

Rabu, 03 April 2013

Pesan Buya Hamka

“Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.”

“Iman tanpa ilmu sama dengan pelita di tangan bayi, sedangkan ilmu tanpa iman bagaikan pelita di tangan pencuri.”

“Adil adalah menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak yang empunya, serta jangan berlaku zalim di atasnya.”

“Semakin banyak ilmu semakin lapang hidup, semakin kurang ilmu semakin sempit hidup.”

“Kata-kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati manusia yang keras.”

“Ikhlas dan sejati akan bertemu di dalam senyuman anak kecil, senyum yang sebenarnya senyum, senyum yang tidak disertai apa-apa.”

“Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.”

“Sewaktu kecil anak-anak lelaki menjadi perhiasan mata karena lucunya, karena menjadi tumpuan harapan. Setelah besar, ia menjadi kebanggaan karena kesuksesan hidupnya.”

“Anak adalah untuk zaman yang akan datang, bukan untuk zaman kita. Salahlah orangtua yang hendak mendidik anaknya seperti mereka juga.”

“Berani menegakkan keadilan, walaupun mengenai diri sendiri adalah puncak segala keberanian.”

“Supaya engkau memperoleh sahabat, hendaklah diri engkau sendiri sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang.”

“Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur daripada yang mati di atas pesawat. Namun, kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat daripada orang yang takut menaiki tempat tidur.”

“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitik embun yang turun dari langit, bersih, dan suci. Jika ia jatuh ke tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji.”

“Diribut runduklah padi. Dicupak datuk Temenggung. Hidup kalau tidak berbudi. Duduk tegak kemari canggung. Tegak rumah karena sendi. Runtuh bui rumah binasa. Sendi bangsa ialah budi. Runtuh budi runtuhlah bangsa.”

Kumpulan mutiara hikmah Buya HAMKA
visimediapustaka.com